MENU UTAMA
Teknik Analisa
Cerita
Kasus Khusus
Kursus
Ulasan bagi org terkenal
 
FENGSHUI

Fengshui Interior
Fengshui Rumah Tinggal
Fengshui Bisnis
Fengshui Masa Depan (Yin)
 
ARTIKEL

Bazi

Ziwei

Fengshui
Cerita Kebijaksanaan
Peramalan
Penamaan
Hari Baik
 
LINK

CBN

Alam Hijau Lestari

 
AGENDA

 
CERITA KEBIJAKSANAAN
Saturday, 22-May-2010
Ceng Guo Fan


Saat pemerontakan Kerajaan Surga Tai Ping (太平天國), Ceng Guo Fan (曾國藩 1811 - 1872) sedang berada di kampung halamannya, daerah Xiang Nan (湘南) menjalankan masa bakti (beristirahat total) ibundanya yang meninggal dunia. Ia diperintahkan membentuk pasukan rakyat setempat guna menumpas pemerontakkan tersebut.

Dibawah bimbingan dan latihan keras Ceng Guo Fan, serta dukungan peralatan modern dari barat, Pasukan Xiang pimpinannya itu bahkan dikabarkan lebih hebat dari pasukan inti pemerint Selengkapnya
Saturday, 22-May-2010
Li bai

Li bai (李白701 - 762) adalah salah satu sastrawan besar Tiongkok masa lalu. Namun demikian, ia termasuk orang yang kurang pandai membaca situasi. Perjalanan Li Bai ke kota Chang An yang terakhir dilakukannya pada tahun 754. Tujuannya adalah untuk membongkar kedok An Lu Shan (安祿山703 - 757) yang ingin memberontak terhadap kaisar mereka, juga memberitahukan gagasan untuk menanganinya. An Lu Shan adalah orang kepercayaan pemerintah saat itu. Ia pandai menyembunyikan niatnya jahatnya, sehingga pemerintah menganggap orang yang melaporkan Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
Selalu optimis

Seorang tentara Jepang tertangkap tentara Amerika pada perang dunia ke-2. Ia dijebloskan dalam penjara bawah tanah. Di sana terdapat beberapa teman sepasukannya. Pada mulanya mereka yakin, tidak lama lagi temannya akan datang membebaskan mereka. Tetapi satu demi satu hari berlalu, pembebasan tidak pernah terjadi. Beberapa di antaranya mulai merasa tidak tenang. Bahkan ada yang meninggal dunia karena frustasi dan kesedihan yang sangat berat.

Walau demikian, tawanan terakhir itu tidak pernah kehilangan keyakinan diri. Ia selalu berpikir : “Mestin Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
Anak Ajaib

Dalam catatan tambahan sejarah Tiongkok, terdapat seorang anak ajaib sangat berbakat, bernama Fang Zhong Yong (方仲永). Ia bisa menciptakan sajak atau puisi secara spontan, ketika melihat sesuatu yang menarik hatinya. Padahal, usianya baru genap lima tahun. Ke dua orang tuanya sangat membanggakan, memuja-muji anaknya kepada orang lain dan memanjakannya. Apa pun yang diinginkannya selalu dipenuhi. Akibatnya bimbingan dan arahan yang seharusnya diterima setiap anak-anak tidak pernah diberikan kepada anaknya tersebut. Setiap hari kerja anak ajaib itu Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
Pasukan Pembela kebenaran

Tahun 651 SM, Song Xiang Gong (宋襄公) naik tatah. Suatu ketika, niatnya ingin menjadi pimpinan persekutuan Negara-negara terhalang Negara Chu (楚國), karena itu ia menyimpan dendam. Kuatnya Negara Chu membuat dirinya tidak berani menyerang secara langsung. Ketika Song Xiang Gong mengetahui persahabatan antara Negara Chu dan Zheng, ia menumpukan dendamnya pada Zheng yang kecil dan lemah. Song tidak mempedulikan himbauan para pembantunya, ia memimpin pasukan dan menyerangnya.

Diserang Song, Zheng meminta bala bantuan dari Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
Kekuatan “Cinta”

Seorang dosen membawa sekolompok mahasiswanya ke sebuah perkampungan orang hitam. Mereka melakukan penelitian tentang masa depan 200 anak orang hitam di sana. Hasilnya, bisa dikatakan semuanya tidak lulus. Dengan kata lain, mereka semuanya tidak memiliki masa depan yang baik.

50 tahun kemudian, sang dosen tua sudah meninggal dunia. Penerusnya menemukan berkas laporan tersebut dari gudang arsip, atas dorongan rasa ingin tahu ia datang ke perkampungan orang hitam yang miskin tersebut. Ia sangat kaget, kecuali 20 orang telah meninggalkan kampung halaman Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
BESI PANAS DAN AIR DINGIN

Seorang pandai besi dengan tang besarnya mengambil sepotong besi merah membara dari tengku apinya. Diletakkannya potongan besi itu diatas talenan, lalu dipukulnya beberapa kali dengan martil raksasanya. Segera setelah itu, ia memasukan potongan besi panas itu ke dalam air dingin.

“ Zzzzzzzzzzzziiiiiiiiiiiz ………… ” Asap putih membumbung dari air tersebut, sepertinya pertarungan antara besi dan air telah dimulai.

Perhatian :
Besi berada dalam keadaan panas membara, sedangkan air berada dala Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
Neraka Bentuk Lain

Seseorang telah meninggal dunia. Dalam perjalanan rohnya, ia melewati sebuah istana yang sangat megah. Pemilik istana mengundang dirinya tinggal disana. Orang itu berkata : “Aku bekerja keras dan sibuk seumur hidup, kini aku hanya ingin istirahat, makan enak dan tidur enak, aku benci bekerja.” “Wah, kalau begitu tempatku ini paling cocok untuk kamu. Di sini terdapat makanan yang paling mewah sedunia, apapun yang ingin kau makan, tinggal pesan saja. Tidak ada yang melarang. Di sini juga terdapat kamar dan tempat tidur paling nyaman, dijamin tidak a Selengkapnya
Thursday, 04-February-2010
LUKISAN YANG SAMA

Seorang pelukis muda yang penuh semangat, ia sangat menginginkan lukisannya bisa memenuhi selera semua orang. Suatu hari, ia membawa sebuah lukisan karya dirinya yang dianggap paling baik ke pinggir jalan yang ramai. Dengan rendah hati ia meminta orang-orang yang melewati tempat tersebut untuk menandai bagian lukisan yang dianggapnya kurang baik dengan sebuah pensil. Sorenya, ketika lukisan tersebut dibawa pulang, ternyata hampir seluruh bagian lukisannya penuh dengan tanda. Dengan kata lain, tidak ada satu bagianpun lukisan tersebut disukai orang. Perasaan gagal m Selengkapnya
Monday, 04-January-2010
Relakan Hal-Hal Lama

Papa Liusha melamar menjadi pekerja tambang, setiap malam, ia selalu mengunakan bantuan penerangan senter. Suatu hari, papa Liusha membeli dua buah baterai, karena ingin hemat, ia menyisakan baterai yang masih ada sedikit penerangan, hanya memakai sebuah baterai yang baru. Hanya lewat satu malam, cahaya senternya sudah berubah menjadi kuning dan redup, ia pun mengantikannya lagi dengan baterai baru sisanya. Beberapa hari kemudian, baterainya sudah habis lagi.

Dengan marah papa Liusha melempar ke dua baterai bekasnya ke dalam tong sampah sambil mengge Selengkapnya
1  2  3  >  
© 2010 YUNXIANG FILOSOFIS All Rights Reserved Designed by Multinetmedia& Developed by KeluargaBesarDotNet